Hard work vs. talent

Quote

When Ramadan en…

When Ramadan enters, the gates of Paradise are opened, the gates of Hellfire are closed and the devils are chained (Al-Bukhari and Muslim)

Indonesiaku .. (Judulnya nggak banget)

23 juni 2014. Di kantor. Dimana kerjaan sedang underload, dan saya ingin menulis namun nggak paham juga musti nulis apa yang bermanfaat buat masyarakat indonesia *alaah*

Well, tapi rasanya lebih baik saya mengambil topik ‘masalah negara Indonesia’ daripada saya update aktifitas-aktifitas pribadi saya yang biasa saja (kerja pulang-kerja pulang- nonton film).

Masalah2 berikut ini sebenernya masalah klasik, semua sudah pada tau, tapi memang ini masalah utama Indonesia.( Ada sih masalah yang lebih ‘keren’ , seorang Ibu di kupang melahirkan bayi tokek, tapi terdengar terlalu supranatural jadi malas bahas..>.<) semoga bisa kasih wawasan buat pembaca-pembaca budiman sekalian …

1. Kemiskinan

Pada bulan September 2013, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 28,55 juta orang (11,47 persen), bertambah sebanyak 0,48 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2013 yang sebanyak 28,07 juta orang (11,37 persen) –http://www.bps.go.id.

Angka- angka ini menunjukkan bahwa program-program penanggulangan kemiskinan  selama ini belum berhasil mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia.

Apa kriteria miskin ?

Selama ini saya juga wonder dengan yang dimaksud “miskin”. Well, saya miskin waktu kuliah. Pernah makan nasi bungkusan 3000an beli di angkringan, sering skip makan pagi-gabung makan siang biar irit..  para pelajar indonesia di luar negeri juga “miskin”, makan indomie melulu apalgi akhir bulan.. tapi memang kok, mending miskin harta daripada miskin iman .. >.<

Ini saya ambil beberapa dari 14 kriteria miskin menurut standar BPS :

1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8 m2 per orang
2 Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik
3. Sumber air minum berasal dari sumur / mata air tidak terlindung / sungai /air hujan
4. Hanya mengkonsumsi daging / susu / ayam satu kali dalam seminggu
5. Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun
6. Hanya sanggup makan sebanyak satu / dua kali dalam sehari (diet OCD ^.^)
7. Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah : dibawah Rp. 600.000,- per bulan
8. Tidak memiliki tabungan / barang yang mudah dijual dengan minimal Rp. 500.000,- seperti sepeda motor kredit / non kredit, emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lainnya.

 

2. Social inequality

Kesenjangan sosial secara kuantitatif dapat diukur dengan “Rasio gini”-mengukur tingkat ketimpangan pendapatan secara menyeluruh.

image

pic from : faisalbasri01.wordpress.com

Rasio gini Indonesia pad tahun 2013 mencapai 0,413 yang bermakna kesenjangan melebar karena penciptaan lapangan kerja oleh industri berorientasi ekspor,sedangkan pembangunan di segi manufaktur dan pertanian stagnan.
 
Dalam wacana dari http://binadesa.co/kesenjangan-kian-melebar-rakyat-kian-terabaikan, dikatakan bahwa salah satu penyebabnya adalah pemerintahan yang tidak pro rakyat.
“Semenjak sekitar 20 tahun yang lalu, di ujung masa Orba, kemudian reformasi 1998 arah pembangunan kita memang sudah semakin tidak pro rakyat. Pendidikan dianaktirikan sehingga saat ini kita menuai hasilnya dimana angkatan kerja saat ini tidak memiliki kompetensi dan kemampuan untuk bersaing dan tidak produktif “.
 
 
3. Korupsi

Malas membahas. Intinya bahwa korupsi di Indonesia sudah keterlaluan..

 

4. Pendidikan

edukasi.kompasiana.com 10 desember 2013, menyebutkan beberapa masalah pendidikan di indonesia :

Masalah pertama adalah bahwa pendidikan kita menghasilkan “manusia robot”.

Saya pingin kasih opini dalam hal ini.. robot pada dasarnya diciptakan terinspirasi dari semua sistem tubuh manusia, brain, sensory system, power for activating muscle, kecuali hal-hal yang intangible seperti intelligence dan morality, saya tambahin passion. Jika dikatakan pendidikan kita menghasilkan manusia robot, berarti sistem pendidikan indonesia tidak membuat murid muridnya memiliki salah satu dari 3 hal itu, Dan pembaca budiman (sebutan pembaca era 90 an)  juga pasti merasakan bahwa sejak SD kita hanya disuguhi dengan narasi2 pragmatis, disuruh menghafal lalu ujian. sehingga yang ada di pikiran kita tentang sekolah adalah : pensil, kertas, dan rautan.

Masalah kedua, sistem pendidikan yang top down – guru dianggap tahu segalanya, guru sebagai subjek dan murid sebagai objek. masih…

Waktu SMA guru saya sering mengatakan “sekarang giliran kalian yang menjawab.. guru bukan selalu yang lebih tahu” tetap saja teman – teman saya yang berjumlah 50 orang itu bakal diam. karena nggak tau. Salah siapa? dari SD kita sudah di desain menikmati sistem top down begitu, jadi bukan salah kita jika jadi remaja yang ‘penurut’ pada guru.

Masalah lain tercermin dari UNAS kemarin, adanya sindikat jual beli jawaban dalam ujian nasional, dan kecurangan-kecurangan nasional

5. Kesehatan

Masalah klasik.. terkait hal-hal dalam MDGs : angka kematian ibu, kematian bayi, penyakit menular, kurang akses dan fasilitas kesehatan…

Target MDGs (Millenium Development Goals) semakin dekat, saya tidak mengikuti perkembangan kesehatan nasional lagi semenjak selesai kuliah pembekalan di Dinkes beberapa bulan lalu, tapi yang pasti lewat BPJS (peleburanASKES, TASPEN, ASABRI, dan JAMSOSTEK) setidaknya pemerintah telah made effort untuk mengatasi masalah pemerataan fasilitas kesehatan …

 

image

 

 

6. Batas Wilayah NKRI

Masalah yang sering disinggung pada debat capres Jokowi-Prabowo. Masalah yang paling menarik, menurut saya, karena berkaitan dengan hubungan international. menariknya, karena masalah ini rawan berujung pada perang ..

RI-Malaysia

Kesepakatan yang sudah ada antara Indonesia dengan Malaysia di wilayah perbatasan adalah garis batas Landas Kontinen di Selat Malaka dan Laut Natuna.

image

 

Kalimantan Timur merupakan salah satu kawasan yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Tiga kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia yaitu: Kabupaten Nunukan, Kabupaten Kutai Barat , dan Kabupaten Malinau.

Permasalahan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di darat Kalimantan sepanjang 2.004 km dari barat ke timur. Ada 10 lokasi perbatasan yang masih dianggap bermasalah (outstanding border problems-saya tidak menemukan referensi tentang 10 lokasi tersebut) oleh tim Joint Border Mapping (JBM) RI, 2 diantaranya Camar Bulan dan Tanjung Datu. Masalah sengketa di Tanjung Datu terjadi Mei 2014 lalu saat pihak Malaysia secara sepihak membangun mercusuar di perairan yang diklaim masuk dalam teritorinya. Masalah ini selesai dengan berhentinya pembangunan mercu suar oleh malaysia, dan pihak TNI akan membangun pangkalan militer di sekitar perairan Tanjung Datu (http://nasional.sindonews.com).

RI- Australia
 
Perjanjian Batas Landas Kontinen antara Indonesia-Australia yang dibuat pada 9 Oktober 1972 tidak mencakup gap sepanjang 130 mil di selatan Timor Leste. Perbatasan Landas Kontinen dan ZEE yang lain, yaitu menyangkut Pulau Ashmore dan Cartier serta Pulau Christmas telah disepakati dan telah ditandatangani oleh kedua negara pada tanggal 14 Maret 1997, sehingga praktis tidak ada masalah lagi. Mengenai batas maritim antara Indonesia – Australia telah dicapai kesepakatan yang ditandatangani pada 1969, 1972 dan terakhir 1997.
 
Tetapi, dikutip dari republika.co.id, laporan terbaru menunjukkan Angkatan Laut Australia enam kali melanggar perairan teritorial Indonesia, saat melaksanakan Operasi Perbatasan. Mereka berdalih, pelanggaran terjadi karena salah perhitungan dalam menghitung batas maritim Indonesia.Dan permintaan maaf Australia kepada Indonesia dalam kasus ini tidak diterima.
 
image

 

 
Masih banyak masalah masalah negara yang nggak dibahas di tulisan ini,, cinta saja punya banyak masalah, cinta tak direstui, cinta dua hati, cinta segitiga, cinta bertepuk sebelah tangan … well, apalagi sebuah negara. Terlepas dari masalah-masalah yang bikin kita ilfill sama pemerintah (apalagi korupsi, yaiks) kita akan tetap cinta negara kita NKRI dan percaya kita adalah bangsa yang kuat.
 
“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno)

 

Source : http://infopetadaerah.blogspot.com/2010/07/ada-14-kriteria-yang-dipergunakan-untuk.html; ekonomi.kompasiana.com ; http://binadesa.co/kesenjangan-kian-melebar-rakyat-kian-terabaikan; http://www.tabloiddiplomasi.org/previous-isuue/183-diplomasi-februari-2013/1598-permasalahan-di-perbatasan-ri.html; http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/14/02/20/n1afm2-angkatan-laut-australia-langgar-perbatasan-indonesia

A HEAP OF DREAMS BEFORE I DIE

1. Naik haji , pulang jadi guru ngaji anak yatim piatu

Image

2. Punya Mercedes benz W124 pribadi (bukan punya suami)- mobil ini bakalan dipakai untuk antar-jemput anak-anak ke sekolah dan berangkat ke kantor setiap pagi..

Image

3. Married… with someone I love, seeing him makes me happy, seeing his smile makes me like this

Image

married with someone who has slim sideburns, slim mustache and tall..

Imagepic from : deiner.proboards.com

4. honeymoon .. in venice, Italy

Imagepic from : www.telegraph.co.uk

5. Build my own restaurant

Imagepic from : www.westofparis.com

6. Dream House. like this

Image

pic from : 1nterior.blogspot.com

with main room like this :

Image

hookedonhouses.net

7. Bisa masak rendang

Image pic from : rendang-datuakawet.blogspot.com

8. Tamat belajar tafsir quran

Image

9. Jadi istri solehaa.. selalu lembut ke suami, nggak pernah mengeluh, dan setia mendampingi saat suami mengalami masalah ..

Image pic from : bankuobcc.blogspot.com

10. Snorkling bareng suami di Gili Trawangan

Image pic from : www.giliislandstravel.com

Aamin …

“No person has the right to rain on your dreams.”  – Martin Luther King Jr.

 

Carpe Diem

Time flies like an arrow -Anthony G. Oettinger

Oxford dictionaries define time as the indefinite continued progress of existence and events in the past, present, and future.

Family man defines time is Laughing together, Going for long walks, Indulging in great conversations, with his family.

Newton defines time as he watched the fall of an apple from a tree, then formulated theory of gravitation.

A 30-year-old woman giving birth in hospital defines time as the birth of her baby.

Moslems define time as Quran revelation spanned 22 years, 2 months and 22 days.

I define time as seeing you.

Trying to understand what time is, how time works.. Such a huge question that has lots of different aspects to it. Time is its interesting arrow : the fact that the past is different from the future, we can remember the past but we can’t remember the future..

But the sure thing is, With time, there is always movement. Yesterday is gone. Tomorrow is yet to come. We have only today. 

 

Carpe diem quam minimum credula postero

(Seize the day, put very little trust in tomorrow)

 

 

 

 

 

Lonely …

What exactly the purpose of making blog? venting a whole rages and despairs, inspiring people by a heap of alphabets we try to compose ?

Rethoric question. Blog is creating to ease people chest their ideas off their brains. Ideas. different people, different ideas. Hence blogging is personal matter. whether you want to make it as kind of somewhat prank, kind of fun,motivating, it’s all by your way .. But definitely we don’t write for destructive matter. 

This is Thursday, June 19th 2014, in a down mood, I am writing blog for venting . Not because it’s at 2.57 pm when our brain cells need to do some rests and eat ( well, with sleep), but just my heart by chance unwell… Need someone who connect with me and talk to me in a good manner..

Sometimes I can’t understand relationship. It is said that relationship is meaningful element in people’s live.. even more ‘love’ relationship, most profound emotion known for human being, make the fineness turn into badness, the beautiful things turn into scary, caring to ignoring..

Why relationship matter can be so complicated ??

If love is sacred and pure, then why so many people ,in any cases, betray their spouses ? why many parents, in any cases as well, coerce their childs indulging in their ego?

Regardless of that rhetoric questions, life itself is complicated. Relationship is part of it, the element that certainly would be hardship as well, for human being.. for us.. 

I am not naive. I am just tired. of being lonely.